Tips mengatasi rasa cemas

Kuakui adalah seorang yang suka cemas. Aku cemas untuk keluargaku, teman-temanku, bahkan pada diriku sendiri. Aku cemas tentang masa laluku, masa sekarang dan masa depanku. Bahkan sampai sekarang rasa-rasanya sulit untuk menghilangkannya. Sekarang aku akan mencoba menulis beberapa resep ahli dari halaman-halaman yang kudapat dari browsing di internet. Semoga berguna bagi diriku sendiri maupun orang lain yang membacanya untuk berhenti berpikir dan merasa cemas.

1. Jangan berpikir kalau nanti akan terjadi suatu yang buruk.

Jangan pernah cemas pada hal-hal yang akan berlangsung dalam satu minggu kedepan, satu hari, atau bahkan satu jam kedepan. Parameternya akan berbeda dibandingkan hari ini. Percayalah, bahwa tidak hanya kita seorang yang menentukan nasib dunia ini. Apa yang diperbuat orang lain yang tidak ,kita ketahui juga akan berpengaruh terhadap hari esok kita. Jadi nikmati sajalah.

2. Tetap berada pada masa di saat ini.

Kamu sedang nonton film, tiba-tiba rasa cemas datang. “apakah kerjaanku tadi sudah dicek oleh bos?” pikiran ini akan menuju pada pikiran-pikiran lainnya : “ kalo bos marah karena aku salah ngerjainnya gimana?. Disaat yang sama, setenagh film sudah habis, dan kamu melewatinya. Lihatlah apa yang lewatkan ketika kamu tidak berada di saat sekarang ini. Hilangkan pertanyaan-pertanyaan tidak penting dengan satu pertanyaan: “ bisakah aku bertindak apa saja tentang masalah itu? Sekarang juga, menit ini juga?”, kalo jawabanmu “tidak”, maka lupakanlah. Kalo “iya” segera laksanakan.

3. Jangan biarkan apa yang anda miliki memiliki anda.

Jangan biarkan satu benda pun menguasai anda. Jangan biarkan mereka menghancurkan harimu. Cemas akan sesuatu yang tidak bisa kamu kembalikan adalah sia-sia. Biarkan apa yang tadi ada menjadi tidak ada. Lepaskan dan ikhlaskan amka kamu sudah meminimalisir cemas.

4. Buat batas kecemasanmu

Apakah kamu menghabiskan harimu hanya untuk memikirkan hal-hal buruk? Kalo kamu tidak bisa mengontrol rasa cemasmu, buatlah batas. Buat alarm untuk 15 menit, selama 15 menit itu pikirkanlah apa yang membuat kamu cemas sedalam-dalamnya. Disaat alarm berbunyi, lepaskan semua rasa cemasmu, apakah dengan berteriak “yaa”, atau hanya sekedar “aah”, itu akan sangat membantu anda untuk fokus kembali dan kembali ke masa kini.

5. Buat buku harian rasa Cemas

Tulis segala bentuk kecemasanmu didalam satu buku khusus. Cobalah untuk mengingat kembali berapa banyak waktu yang kamu habiskan dengan mencemaskan sesuatu. Buka buku tersebut satu kali tiap minggunya dan cek satu-satu, apakah semua yang kamu cemaskan itu benar-benar terjadi?. Kamu akan merasakan bahwa apa yang kamu cemaskan itu kebanyakan tidak ada yang terjadi.

6. Jadilah orang yang berkuasa atas rasa cemas.

Kecemasan adalah pilihan, dan kamu bisa memilih untuk tidak melakukannya. Ketika tiba-tiba kamu cemas, kamu bisa mengatakan, “ oke, aku tahu aku sudah sering seperti ini, rasanya sudah lama aku seperti ini, ini bukanlah masalah bagiku”. Katakan hal tersebut berulang-ulang sambil mencari sesuatu untuk dikerjakan.

7. Berhenti memainkan Tuhan

Kamu tidak bisa merencanakan disetiap hal-hal yang akan berlangsung. Jadi pikiran – pikiran yang bisa menimbulkan rasa cemas seperti ;” bagaimana bila ini terjadi?, bagaimana bila itu terjadi?” harus kamu balas dengan mengatakan seperti ini : “ bila ini terjadi aku akan melakukan ini, bila itu terjadi aku akan melakukan itu”. Kenyataannya, kamu pun tidak bisa tahu apa yang akan terjadi 5 menit kedepan ini, biarkan hari esok datang sendiri, jadi berhentilah mencoba mengerjakan pekerjaan Tuhan.

8. Jangan cemas dalam memikirkan seseorang.

Mencemaskan orang yang kita cintai membuang banyak waktu dan membuka celah bagi kita untuk merasa asing terhadap diri kita sendiri. Obatnya? Biarkan orang lain menjadi apa yang mereka inginkan. Berhenti memaksa orang lain melakukan sesuatu yang membuat kamu merasa lebih baik, yang bertolak belakang dari yang mereka inginkan. Berikan orang lain memiliki setengah dari otak anda dan mengetahui mana yang baik dan buruk bagi mereka. Maka kamu sudah memotong setengah dari rasa cemasmu.

9. Kuasai imajinasimu

Banyak rasa cemas datang dari imajinasi kita. Jangan gunakan imajinasi anda untuk merusak diri anda. Dibandingkan dengan memusatkan imajinasi kita pada skenario yang buruk, mendingan kita fokuskan imajinasi kita pada skenario yang lebih menyenangkan. Pikirkan skenario terbaik yang mungkin bisa anda lakukan untuk apa yang terjadi.

10. Latihan dan Berpura-puralah

Berpura-pura kamu tidak cemas disaat rasa cemas datang kepadamu, sehingga kamu dapat melatih urusan apa yang biasanya mendatangkan rasa cemas – sangat tidak enak tapi yakinlah bahwa ini sangat bermanfaat. Setelah kamu selamat dari pengalaman itu, yang kebanyakan apa yang kita cemaskan tidak akan terjadi, pikiranmu akan mengatakan, “ benarkan apa yang kukatakan padamu”. Latihan dan berpura-pura tidak cemas, dalam satu keadaan tidak akan menenggelamkanmu. Ingatlah, meskipun kamu tidak bisa tidak merasa cemas disetiap waktu, setidaknya dedikasimu dalam mengurangi tendensi untuk merasa cemas berkurang. Setelah itu akankah kamu merasa cemas tentang apa yang tidak membuat cemas dan membuat dirimu cemas?

Saya rasa tidak… Semoga apa saya tulis disini berguna bagi kita semua. Amin…

Copas dari: http://reokta.wordpress.com

About Maz diro

Lahir di satu desa kecil di salah satu sudut provinsi Jambi, 1989 | mempunyai hoby blogging, desain, manipulasi | menyelesaikan D3 teknik pertambangan di UNP Padang pada 2012 | anak pertama dari 4 bersaudara | nggak neko-neko ^_^ Jaringan Sosial dapat ditemui di : Facebook : zugae2 Twitter : agussudiro Google : Plurk : Agus Sudiro Friendster : Agus Sudiro

Posted on 15 September 2011, in Artikel sembarang. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: