Sekolah Dasar (1996-2002)

Masa SD

Di usia 6,5 tahun, Aku masuk sekolah dasar. Rasanya menyenangkan sekali, bertemu dengan teman-teman baru, baju baru yang “agak” kebesaran, jajanan baru, dan bebas memilih kursi duduk. Guru pertamaku adalah ibu Sri Mulyani, beliau benar-benar guru yang profesional. aku masih mengenang beliau yang mengenalkanku pada huruf dan angka… sebagai awal segala ilmu di dunia ini.

Pada saat aku masuk SD, aku sudah lancar membaca koran tanpa mengeja lagi. aku belajar dari bapak, yang saat itu bekerja sebagai karyawan tata kota di Bangko. suatu pagi,  ketika bapak mengumpulkan sampah,  beliau menemukan setumpuk buku-buku bergambar seperti Bobo, Donal, Garpet, de el el, yang lumayan masih baik kondisinya. beliau kemudian membawa pulang buku-buku itu. Aku sangat senang kala itu, meskipun belum bisa membaca, melihat gambarnya saja, aku mampu untuk mengimajinasikannya dengan seru. Rupanya bapak tanggap dengan hal ini, beliau mengajariku membaca, sehingga ketika umurku 6 tahun, koran bukan hal yang asing bagiku.

Kelas 1 SD,  Selalu menjadi kenangan manis untukku, aku selalu bosan pada pelajaran Bahasa Indonesia, sebab bu Sri masih juga mengajarkan: INI BUDI, INI IBU BUDI, INI ANI, INI IBU ANI…. aaaaaa… sedang kan aku saat itu sudah membaca kalau ternyata bumi kita bulat, dan Napoleon telah menemukan benua Amerika serta Neil Amstrong mendarat di bulan. Pernah sekali waktu aku malas mengeja, sedang bu Sri menyuruh kami mengeja, B-U-D-I… kubaca saja semuanya keras-keras tanpa mengeja, Bu Sri marah…. !!! memandangku ganas…wew… sampai sekarang pun aku masih ingat pandangan ibu Sri itu… hah!! ini sih gara-gara temen2ku yang lelet bin lemot…!!!! yah, terpaksa, sambil ngantuk-ngantuk, ku ikuti setiap huruf yang dibaca ibu sri I-N-I B-U-D-I…….

Pelajaran matematika, aku juga sering kena marah… gara-gara sering lupa bawa lidi hitung. ku pikir, buat apaan…??? ngitung koq pake lidi, ngitung pake otak bu’…. akhirnya demi keamanan, kuminta lidi sama temen-temen 2 batang per orang, huh!!! tragis….
kelas II, Al-Qur’an sudah lancar… bersama teman2 mengaji di Mushola Al-ikhsan dan masjid Attaqwa. Anggota terkecil dalam mengaji Alqur’an, karena yang lain sudah kelas 5-6. Kelas III, mencoba wirausaha dengan berjualan keripik singkong buatan ibu, hasilnya…? 2 tahun nggak minta uang jajan lagi. pendapatan Rp. 5000/hari sementara jajanan masih Rp. 100,-/buah. Kelas IV, dibelikan sepeda baru oleh bapak, wuahhh …nggak kebayang senangnya, maen sepeda teruuuusss…

kelas V, ikut LCC dan catur, sementara lawan kelas VI, semuanya… tapi tetap, menang. Hingga kelas VI, posisiku belum ada yang bisa mendepak dari orang nomor satu di kelas, good job..!!!
Hingga di akhir kelulusan, aku selalu kesulitan memilih kemana selanjutnya pendidikanku akan ku bawa.

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: